Pages

Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Thursday, October 20, 2011

"Dear Mom"

Readers, saat aku nulis post ini, aku lagi kangen berat sama mama-ku..
Trus tiba2 keinget lagunya SNSD (Girls' Generation), girlband asal Korea yang lagi terkenal banget akhir2 ini. Lagu mereka yang paling aku suka ya ini,, "Dear Mom". Pertama tau tentang SNSD ya dari lagu ini & langsung tersentuh hanya dari denger melodinya aja. Ternyata setelah tau artinya (baca English translation-nya), jadi tambah sukaaaaaaa..:) Apalagi, kondisinya pas banget, deh.. Di lirik2 awalnya, kesannya si daughter yg lagi studi jauh dari kota asal (kemungkinan nge-kost), lagi sendirian di kamar dengan perasaan galau dan badan yang capek berat. Jadi males makan & gak tau mo ngapain. Eh, tiba2 HPnya bunyi, mamanya nelepon & tanya apakah dia udah makan. Biasanya, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang menyebalkan buat dia, tapi saat perasaan hatinya sedang kacau, pertanyaan itu membuat dia tersentuh & ingat akan janji2nya & saat2 indah sama mama-nya.
Nah,, langsung deh hatiku meleleh rasanya tiap denger lagu ini kalau aku lagi di sendirian di kost. :P hehehehe.. Pas banget gitu rasanya.. JLEBBBB.. :)


  


Temen2 pasti juga suka lirik lagu ini, deh..
Tapi sorry, aku gak bisa upload videonya krn koneksi inet yg super duper lemot.. (padahal udah pake modem yg janjinya "hebat, cepat, hemat"). Hahahaha..
Jadi sebagai gantinya, aku kasih link aja, yaaaa..
Silakan nonton, pasti nangis2 deh.. Hehehe

http://www.youtube.com/watch?v=5CdNP_cp8xU

Here it is:

"Dear Mom"
SNSD
I’m feeling tired today
Left alone in the room hugging a pillow
Touching my phone distracted my mind
It’s lonely to eat tonight

Suddenly, i was frightened by the ringing phone
my mom’s worried voice asked if i’ve eaten
these words annoyed me but today it’s different
The forgotten promises are remembered

I will be a person with pretty heart
And become a person who is selfless
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I think of mother who used to share my dreams and brush my hair

Though I’ve made hurtful wrong choices
You silently watched over me from behind
But now I think more than an innocent child
The meaning of mom’s silent prayers

I will be a person with pretty heart
And become a person who is selfless
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I think of mother who used to share my dreams and brush my hair

What will i do, yet my heart is small
Can I do better without holding mother’s hand

I’m afraid that it will still lack
I’ll be a wise daughter of my mom (Give me the courage)
I will be a proud daughter no matter where I go (You’ve been there for me)
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I’ll show endless love
I’ll have a warm heart
I’m shy to express to mom

That I really love my mom :')



I love u, Mom..:')


Wednesday, October 5, 2011

Terima Kasih, Ayah

Guys, seperti halnya kita merindukan Mama, pastinya kita juga merindukan Papa, right?
Banyak yg bilang klo hubungan seorang ayah & anak perempuannya juga gak kalah akrabnya dibandingin sama ibu, lho! Sampe ada istilah "Daddy's Girl" buat anak2 perempuan yang punya hubungan deket bgt sama papanya. Hehehe...
Nah, you may say that I'm one of "Daddy's Girl", I've never been lack of Daddy's love..:)
Thx God, for giving me such a wonderful & amazing Daddy..^.^

Love u, Dad..:)

Ayahku mendapatkan pekerjaan pertama pada umur sebelas tahun, yaitu membersihkan sampah di luar jalur bowling. Dua tahun kemudian, ayah dari ayahku (kakekku) meninggal dunia, sehingga ayahku melakukan kerja serabutan, menjadi penyaji makanan selama masa Depresi. Sepuluh tahun setelah itu, Ayah jatuh cinta, menikahi ibu, dan mendapat seorang bayi perempuan, dan kemudian delapan anak lagi. Selama tahun-tahun itu, ayah selalu menjalani kegiatan rutin yang tidak pernah ia langgar. Ia selalu bangun sebelum jam enam pagi, naik kereta ke tempat kerja, dan baru pulang setelah jam 5.30 sore. Setelah makan malam, ayah menghabiskan sisa petang di gudang bawah tanah, membuat bagian-bagian gigi untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
            Dua tahun yang lalu, pada usia enam puluh empat tahun, ayah pensiun. Ketika aku masih kecil, ibu dan ayah berhasil menyembunyikan fakta bahwa kami miskin. Kami semua masuk sekolah Katholik dan selalu mempunyai banyak peralatan sekolah. Kami tidur di tempat tidur susun dari besi, bersama-sama memakai satu kamar mandi, dan menonton televise dari pesawat TV kecil hitam-putih yang diletakkan di ruang duduk. Ibu dan ayah tidak pernah membeli apa pun untuk diri mereka sendiri. Mereka menjepit kupon-kupon, mengenakan sepatu karet yang sama selama dua puluh tahun, dan menjahit pakaian robek bersama-sama setiap Sabtu sore.
            Pada pesta pensiun, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada ayah atas segala kerja keras dan pengorbanannya, dengan membelikannya hadiah terbaik yang dapat kupikirkan. Aku ingin membelikannya televise layer lebar yang tak pernah dapat dibelinya, atau membiayai liburannya, liburan yang tak pernah diambilnya. Ketika berbelanja, aku menyadari bahwa benda apa pun yang kubeli takkan dapat mewakili rasa terima kasihku kepada ayah. Ayah memberiku teladan melalui kerja keras dan imannya kepada Tuhan, bahwa hadiah-hadiah tehebat berasal dari hati, bukan dari toko. Malam itu, aku duduk dan menulis sebuah daftar “Terima kasih” untuk ayahku atas segala yang telah dilakukannya untukku. Aku meninggalkan daftar itu di meja dapur agar ayah bisa membacanya sebelum pergi bekerja pada hari kerjanya yang terakhir.

Terima kasih , Ayah,

  • Karena Ayah bangun setiap pagi untuk pergi bekerja ketika hari masih gelap, sementara kami tidur di ranjang-ranjag kami yang hangat.
  • Karena ayah mengajari kami berdoa.
  • Karena ayah mengasihi ibu dengan seluruh hatimu.
  • Karena ayah memelukku  ketika aku sangat membutuhkan pelukan.
  • Karena ayah sering tersenyum.
  • Karena ayah mengajarku bersorak-sorak memberi semangat bagi yang kalah.
  • Karena ayah berdoa untukku.
  • Karena ayah bertempur bagi negeri kami dalam perang.
  • Karena ayah mengajariku untuk bersikap murah hati kepada orang-orang yang kurang beruntung.
  • Karena ayah menjadi seorang kakek yang baik sekali.
  • Karena ayah memberitahuku bahwa aku boleh menangis.
  • Karena ayah menjadi pahlawanku. 
  • Karena ayah menjadi sahabatku.

    By: James Ruka
    (Chicken Soup for the Father’s Soul)



Tahun-Tahun Stoples Ajaib

Cerita ini aku ambil dari salah satu seri Chicken Soup yang menceritakan tentang LOVE between a mother & her daughter.
Well, as a daughter who often lives separately from her mother, sometimes I really miss my Mom.. I realize that she's not perfect, but God gave her to me as my Mom, so I believe that she's the best Mom for me.

So, for everyone who misses & loves his/her Mom, just read it..!!

I love u, Mom..:)

Pada suatu hari seorang ibu membawa pulang stoples kecil, yang diberikannya kepada anak perempuannya yang masih kecil sebagai hadiah ulang tahun. Dikatakannya kepada si gadis ciliknya bahwa itu stoples ajaib. Dia dapat menulis surat untuk ibunya tentang masalah apa saja di dunia ini, memasukkannya ke dalam stoples itu, dan nanti surat itu akan digantikan dengan surat balasan untuknya. Stoples itu pun segera menjadi bagian istimewa dalam kehidupan mereka.
            Si gadis cilik senang sekali menerima surat dari ibunya. Dalam surat-surat itu selalu tertulis betapa istimewa dirinya dan banyak sekali simbol XXXX dan OOOO, yang berarti ciuman dan pelukan. Sering ada surat yang mengingatkan tentang acara istimewa yang telah mereka rencanakan bersama untuk keesokan harinya, atau surat ucapan selamat jika akan diadakan pertunjukan tari. Kadang-kadang juga ada hadiah kecil di dalam stoples dan secarik kertas yang bertuliskan betapa bangga ibunya atas dirinya. Gadis kecil itu menyimpan semua surat ibunya dalam kotak kecil yang cantik di samping tempat tidurnya.
            Si ibu juga menyimpan baik-baik semua surat gadis ciliknya. Ada sejumlah tulisan krayon “Aku cinta Mama”, undangan pesta minum teh, permintaan dibelikan sepatu balet, bahkan beberapa kartu Hari Ibu yang dilipat berkali-kali agar bisa masuk ke dalam stoples. Semua itu selalu membuat sang ibu tersenyum. Ada satu surat yang menyatakan bahwa gadis ciliknya takut akan gelap, dan pada malam itu juga di kamarnya sudah terpasang sebuah lampu kecil, dan semuanya menjadi beres. Surat favorit lainnya dikirim ketika anjing mereka Muffin sedang hamil; di dalam stoples ada surat yang berbunyi, “Mama akan menjadi nenek!” Si ibu menyimpan semua surat yang sangat istimewa itu dengan aman di dalam sebuah lemari kecil di kaki tempat tidurnya.
            Tahun demi tahun berganti, dan si gadis cilik tumbuh menjadi wanita muda, lalu menikah dan mulai membina rumah tangganya sendiri. Untuk pertama kalinya stoples itu kosong. Si ibu membersihkan stoples itu setiap hari agar tidak berdebu, dan sesekali melihat ke dalam stoples, mengenang, merasa sedih karena masa-masa stoples ajaib itu terpaksa berakhir.
            Suatu hari, wanita muda itu mengunjungi ibunya. Dia langsung masuk ke kamar tidur ibunya, membuka lemari kecil di kaki tempat tidur, dan menemukan surat yang dicarinya. Dia melipat surat itu, lalu memasukkannya ke dalam stoples itu, kemudian memberikannya kepada ibunya. Si ibu membuka stoples ajaib itu dan ternyata surat itu adalah surat yang pernah ditulis putrinya berathun-tahun yang laly, “Mama akan menjadi nenek!”

            Dan ketika bayi lelaki itu lahir beberapa bulan kemudian, di kamar tidur bayi tampak stoples itu yang dihiasi pita biru, dan secarik kertas bertuliskan, “Masa-masa stoples ajaib tak pernah berakhir; tetapi baru dimulai.”


 By: Cassie Marie Moore
(Chicken Soup for the Mother and Daughter Soul)